Mengenal Gramasi untuk Tiap Jenis Kaos Polos sebelum Membelinya

Istilah gramasi mungkin sudah banyak anda dengar ketika membeli kain. Gramasi merupakan Ukuran ketebalan suatu bahan atau ukuran berat kain dalam satuan gram/meter. Sebelum membeli kaos atau membuatnya di konveksi, anda harus mengenal gramasi untuk tiap jenis kaos polos.

Tidak ada standar khusus dalam pelabelan gramasi sehingga setiap konveksi kaos atau produsen kaos bisa saja berbeda meskipun label gramasinya sama. Berikut ini kategori gramasi pada tiap jenis kaos polos secara umum.

Gramasi 16s

Image Source: bp.blogspot.com

Angka 16 menunjukkan tipe benang yang digunakan saat proses perajutan sebelum menjadi sebuah kain. Sedangkan s memiliki arti Single Knit atau bahan kaos yang dirajut pada satu sisi atau tidak bolak balik.

Gramasi 16s merupakan jenis kain yang paling tebal, semakin sedikit angka maka semakin tebal kain. Benang dengan gramasi 16s memiliki ketebalan di antara 220-235 gram/meter persegi.

Gramasi 20s

Gramasi 20s menggunakan benang 20 untuk membuat kain yang memiliki tingkat ketebalan 180-220 gram/ meter persegi. Ketebalan tersebut tentu saja pada rajutan jarum tunggal atau Single Knit.

Kekuatan dari jenis ini masih di atas jenis lain karena termasuk ke dalam kain yang tebal. Namun jangan khawatir, kain dengan gramasi 20s masih nyaman untuk digunakan. Tetapi untuk yang biasa memakai kain tipis gramasi 20s mungkin terasa sedikit berat dan kaku.

Gramasi 24s

Sebelum membeli kaos, anda juga harus mengenal gramasi untuk tiap jenis kaos polos gramasi 24s. Kaos dengan gramasi 24s lebih sedikit tipis dibandingkan dengan yang bergramasi 20s. Ketebalan kaos dengan gramasi 24s yaitu 170 hingga 210 gram/meter persegi untuk Single Knit atau rajutan tunggal.

Gramasi 24s termasuk ke dalam kaos dengan ketebalan sedang atau tidak terlalu tipis maupun terlalu tebal. Jika digunakan juga tidak kaku sehingga lebih nyaman untuk beraktivitas terutama di lapangan yang banyak mengeluarkan keringat.

Gramasi 30s

Banyak orang yang menyukai gramasi 30s ketika membeli kaos di pasar atau mall, bahkan ketika membuatnya di konveksi. Kaos jenis ini memiliki bahan tipis namun tidak terlalu tipis sehingga masih nyaman untuk digunakan.

Serat yang dimiliki juga lebih halus sehingga banyak pemilik usaha sablon atau print menggunakan kaos dengan gramasi 30s ketika membuat kaos sablon. Jenis kaos polos 30s banyak dipesan untuk distro atau clothing karena adem jika digunakan.

Gramasi yang dimiliki jenis 30s adalah dengan ketebalan 140 hingga 160 gram/meter persegi untuk Single Knit. Sedangkan untuk Double Knit  atau rajutan ganda memiliki ketebalan sekitar 219-230 gram/meter persegi.

Gramasi 40s

Tipe gramasi kaos polos terakhir adalah kaos polos dengan gramasi 40s. Jenis kaos dengan gramasi 40s merupakan kaos yang paling tipis diantara yang lainnya. Meskipun tipis bukan berarti tidak bagus atau berkualitas rendah. Ada beberapa jenis kain yang lebih bagus jika tipis.

Kaos polos dengan gramasi 40s memiliki tekstur yang sangat lembut dan nyaman jika digunakan. Kaos ini juga tipis sehingga dingin dan adem jika dipakai terutama di siang hari ketika terik matahari menyengat.

Gramasi kaos polos tipe 40s memiliki ketebalan 110 hingga 120 gram/meter persegi untuk jenis rajutan tunggal atau single knit. Sedangkan untuk rajutan ganda atau double knit memiliki ketebalan 180 hingga 200 gram/meter persegi. Double knit memiliki simbol ‘d’ merupakan jahitan bolak balik

Mengenal gramasi untuk tiap jenis kaos polos sebelum membelinya sangat diperlukan. Anda tidak akan bingung ketika melihat tipe 16s, 20s, 24s, 30s, atau 40s jika sudah mengetahui maksudnya.

Leave a Reply